Forum Dosen Perempuan LLDIKTI Wilayah IX Menyelenggarakan International Conference dengan menghadirkan Dosen perempuan Internasional di beberapa Negara dengan mengankat Tema "The Contribution Of Women To The Intelectual Development Of The Future Leaders", pada Jumat, 28 November 2025. Dengan membawakan materi dari sudut pandang masing-masing Dosen dari Negara masing-masing. Beberapa perwakilan Forum Dosen Perempuan dari Indonesia yaitu Dr. Nurhaedah, S.E., S.Ak., M.I.Kom., CPS, (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi LPI Makassar), Prof A. Niniek Lantara, (Universitas Muslim Indonesia), Prof. DR. Mislia, (UPRI Makassar) dan Lainnya. Beberapa Perwakilan Dosen Perempuan Luar Negeri yaitu Dr. Krti Dang Longani. M.Phill (Savitribai Pune University, INDIA), Prof Saltanat (A.K Kussayinov Eurasian Humanities Institute, KAZAKHSTAN), dan Ast. Prof. Dr. Tugce Metin (Kahramanmaras Sutcu Imam University, TURKEY)

Kontribusi perempuan terhadap pengembangan intelektual pemimpin masa depan bersifat mendalam dan multifaset, mencakup peran-peran penting sebagai pendidik awal, mentor, dan inovator yang membentuk cara pandang dan keterampilan berpikir kritis generasi mendatang. Berikut adalah beberapa dimensi utama kontribusi tersebut:
1. Peran sebagai Pendidik dan Pembentuk Karakter Awal. Kontribusi paling fundamental sering kali dimulai dari rumah dan lingkungan pendidikan dini. Perempuan secara historis memegang peran utama sebagai pendidik pertama anak-anak. Melalui interaksi ini, mereka menanamkan:
- Fondasi Kognitif: Membantu dalam pengembangan bahasa, literasi, dan keterampilan pemecahan masalah dasar.
- Kecerdasan Emosional (EQ): Mengajarkan empati, kolaborasi, dan komunikasi efektif—keterampilan lunak (soft skill) yang krusial bagi kepemimpinan yang efektif di masa depan.
2. Mentorship dan Pemberdayaan. Perempuan pemimpin, akademisi, dan profesional saat ini berkontribusi dengan menjadi mentor yang menginspirasi generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan. Melalui mentorship, mereka:
- Membangun Kepercayaan Diri: Mendorong calon pemimpin untuk mengejar pendidikan tinggi dan karier di bidang yang didominasi laki-laki (seperti sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM).
- Menyediakan Perspektif Beragam: Membuka wawasan tentang cara menavigasi tantangan sosial dan profesional dengan perspektif yang mempertimbangkan inklusivitas dan keragaman.
3. Inovasi dalam Metodologi Pendidikan. Banyak inovator terkemuka dalam teori dan praktik pendidikan modern adalah perempuan. Kontribusi intelektual mereka telah mengubah cara kita mengajar dan belajar, menekankan pada:
- Pendekatan Holistik: Mengembangkan kurikulum yang tidak hanya fokus pada pengetahuan teknis, tetapi juga pada perkembangan etika, kreativitas, dan kewarganegaraan global.
- Advokasi Kesetaraan Akses: Memperjuangkan agar pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, yang secara langsung memperluas kumpulan bakat pemimpin masa depan.
4. Membawa Perspektif Baru dalam Kepemimpinan. Dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam bidang akademis, bisnis, dan politik, mereka membawa pendekatan baru terhadap pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Ini termasuk:
- Kepemimpinan Kolaboratif: Cenderung mengutamakan konsensus dan kerja tim daripada struktur hierarkis yang kaku.
- Fokus pada Keberlanjutan dan Kesejahteraan Sosial: Mengintegrasikan pertimbangan jangka panjang mengenai dampak sosial dan lingkungan ke dalam kerangka intelektual kepemimpinan.
Secara keseluruhan, kontribusi perempuan sangat penting dalam menciptakan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berempati, inklusif, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan global.
